Tim PBB Diserang Saat Datangi Lokasi Serangan Kimia di Douma

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 19 April 2018 09:10 WIB
Foto: Reuters
Share :

DEN HAAG – Tim keamanan PBB mendapat serangan saat melakukan survei untuk kunjungan tim pencari fakta organisasi pelarangan senjata kimia (OPCW) ke tempat yang diduga menjadi lokasi terjadinya serangan senjata kimia di Douma. Serangan tersebut membuat penyelidikan tim pemeriksa OPCW tertunda dan masih belum jelas kapan tim tersebut dapat kembali masuk ke Douma.

Tim pemeriksa OPCW masuk ke Suriah untuk melakukan penyelidikan mengenai serangan senjata kimia yang dilaporkan terjadi pada 7 April di Douma. Kelompok kemanusiaan Barat mengatakan, beberapa warga di Douma tewas setelah terpapar gas beracun yang dilepaskan oleh pasukan pemerintah.

BACA JUGA: Dubes AS: Banyak Bukti Tunjukkan Suriah Lakukan Serangan Senjata Kimia

Direktur Jenderal OPCW Ahmet Üzümcü mengatakan, Departemen Keselamatan dan Keamanan PBB (UNDSS) memutuskan untuk melakukan pengintaian ke dua lokasi di Douma sebelum tim dari OPCW mengunjungi tempat itu. Namun, tim UNDSS mendapat serangan dalam pengintaian mereka.

"Setibanya di lokasi pertama, kerumunan besar berkumpul dan UNDSS memberikan saran bahwa tim pengintai harus mundur," kata Üzümcü dalam pertemuan di markas OPCW sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (19/4/2018).

“Di lokasi kedua, tim berada di bawah tembakan senjata ringan dan ada bom yang diledakkan. Tim pengintai kembali ke Damaskus. "

Berdasarkan pernyataan Pemerintah Rusia, seorang tentara Suriah mengalami luka-luka dalam baku tembak di lokasi kedua. Tidak diketahui siapa pelaku dan orang yang bertanggungjawab di balik penyerangan tersebut.

BACA JUGA:Lavrov: Rusia Tidak Hilangkan Bukti di Lokasi Serangan Senjata Kimia Suriah

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis sebelumnya menuding Rusia dan Suriah berusaha menghilangkan bukti dari serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah setelah tim pemeriksa OPCW belum diizinkan melakukan inspeksi ke Douma pada Senin.

Amerika Serikat, Inggris dan Prancis menuding rezim Suriah bertanggungjawab atas serangan senjata kimia di Douma dan melancarkan serangan ke beberapa fasilitas milik Damaskus pada Sabtu, sebagai responsnya. Pemerintah Suriah dan sekutu dekatnya Rusia menyatakan tidak terlibat bahkan membantah serangan gas kimia di Douma pernah terjadi.

Tim OPCW menyatakan akan tetap berusaha mencari bukti-bukti mengenai laporan serangan gas kimia tersebut dengan mengumpulkan sampel tanah, melakukan wawancara dan mengambil sampel darah, air seni, dan jaringan dari terduga korban. Namun, setelah tertunda lebih dari sepekan sejak laporan dugaan serangan tersebut, bukti yang kuat kemungkinan akan sulit dilacak.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya