JAKARTA – Bupati Purbalingga asal PDI-Perjuangan, Tasdi, resmi mengenakan rompi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang khas berwarna oranye. Dia langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) KPK usai diperiksa intensif selama 1x24 jam.
Pantauan di lapangan, Tasdi keluar sekira pada pukul 22.00 WIB dari Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Dia enggan angkat bicara terkait hasil pemeriksaan pun dengan kasus yang menjeratnya ke jeruji besi.
Mantan Ketua DPC PDI-P Purbalingga tersebut hanya memberikan simbol dengan menggunakan tangannya. Dia mengacungkan tiga jarinya yang menunjukkan salam metal sambil berjalan menuju ke mobil tahanan KPK.
Diketahui, salam 'metal' itu sempat dilakukan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDIP di Bali beberapa waktu lalu.Megawati mengacungkan salam 'metal' bersama seluruh pengurus partai berlambang banteng moncong putih itu yang hadir dalam Rakernas III PDIP. 'Metal' sendiri merupakan akronim dari 'menang total'.
Sebelumnya, Tasdi juga sempat mengacungkan salam metal ketika baru tiba di Gedung Merah Putih KPK dari Purbalingga, Jawa Tengah, pada pagi tadi.
Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Tasdi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK untuk 20 hari pertama. Sedangkan, Kabag ULP Pemkab Purbalingga Hadi Iswanto ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta.