Peristiwa Masa Lalu
Ironisnya, sekira 50 tahun lalu, mendiang Parkhust merupakan tersangka utama kasus tewasnya Carolee Ashby, gadis cilik berusia empat tahun pada malam perayaan Halloween.
Tubuh gadis cilik itu terlempar ke udara sejauh 40 meter ketika sebuah mobil menabraknya saat sedang menyeberang jalan.
Para saksi mengatakan, kecelakaan itu sangat parah, sampai sepatu bot yang dikenakan si gadis terlempar jauh.
Kala itu Carolee tengah berjalan kaki bersama kakak perempuannya yang berumur 15 tahun untuk membeli lilin kue ulang tahun.
Polisi mendapat petunjuk bahwa Parkhurst, yang saat itu berusia 18 tahun, rupanya menabrakkan mobilnya ke tiang pada malam yang sama. Polisi lantas melakukan interogasi, namun ia membantah telah terlibat dalam insiden tabrak lari itu.
Pada 2013, polisi kembali membuka kasusnya yang sudah dipetieskan dan menanyainya lagi. Seorang pengacara setempat memberi tahu Parkhurst bahwa ia tidak bisa dijerat hukuman atas kecelakaan tersebut karena sudah berlangsung terlalu lama.
Parkhurst akhirnya mengakui kejahatannya pada 2013, namun ia tidak bisa dituntut karena sebuah peristiwa hukum punya batasan waktu dan kasus itu telah melampaui batas waktu.
Dia mengungkapkan bahwa ia dan kakaknya minum minuman keras bersama sebelum kecelakaan itu terjadi. "Saya mendengar bunyi keras," tulis Parkhurst dalam pernyataannya kepada polisi. "Saya tidak melihat apa yang saya tabrak.
"Saya tidak berhenti. Saya bahkan tak ingat harus menginjak rem."
"Saya tidak ingat apakah saya melihat anak-anak, tetapi saya yakin, saya telah menabrak Ashby kecil."
Ia mengatakan kakaknya pingsan di kursi belakang mobil pada saat tabrakan.