“Sebuah praktik yang menunjukkan kemunduran demokrasi. Kira-kira seperti itu,” terang dia.
Sementara, Direktur Riset Populi Center Usep S Ahyar menyatakan bahwa adanya indikasi pemaksaan untuk memilih suatu oasangan berupa gunung es yang kemudian pecah.
“Di mana banyak lembaga pendidikan yang sudah berasosiasi dengan parpol,” ungkap Usep.
Oleh karena itu, Usep menilai adanya pemaksaan tersebut bukanlah sebuah konteks demokrasi di Indonesia yang melahirkan sebuah kebebasan. Tetapi malah menjadi sebuah paksaan.
“Ini tidak mencerdaskan konteks demokrasi pilihan masyarakat program kerja. Dan tapi ini dipaksa memilih dan ini lembaga juga dipaksakan,” ucap dia.