JAKARTA - Robiatul Adawiyah, seorang guru SDIT Darul Maza RT 05 RW 03 Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, dipecat dari sekolah tempatnya mengajar lantaran berbeda pilihan calon kepala daerah dengan pihak sekolah.
Terkait hal itu, Direktur Pusat Studi Sosial Politik Indonesia Universitas Negeri Jakarta, Ubedillah Badrun menilai perlakuan itu tidak konstruktif di dalam budaya demokrasi Indonesia.
“Karena itu ciri adalah kebebasan politik dimanapun dalam lembaga apapun harus bebas,” ujar Ubedillah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2018).
Ubedillah melanjutkan, apabila ada sebuah lembaga yang memaksa salah satu anggota untuk memilih pasangan calon tertentu perlu dikoreksi. Sebab, tindakan semacam itu bisa membuat kemunduran demokrasi bagi Indoensia.