Hujan juga telah menyebabkan longsor dan banjir, menyebabkan warga terperangkap di dalam atau di atas atap rumah mereka.
"Kami belum pernah mengalami hujan seperti ini sebelumnya. Ini adalah situasi berbahaya yang ekstrim," ," kata seorang pejabat di Badan Meteorologi Jepang (JMA) sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (8/7/2018).
Pemerintah Jepang mendirikan pusat manajemen darurat di kantor perdana menteri dan mengerahkan sekira 54.000 regu penyelamat dari militer, polisi, dan departemen pemadam kebakaran ke wilayah barat daya dan barat Jepang.
Perintah evakuasi juga telah diumumkan bagi dua juta warga yang berada di wilayah yang diperkirakan akan terkena dampak bencana. Peringatan longsor dikeluarkan di lebih dari seperempat prefektur Jepang.
(Rahman Asmardika)