Kini setiap hari dia mampu menjual hingga 2.000 cilok yang dijual dengan harga seribu dapat tiga. Sedangkan tahu bakso dan bakso pentol dijual Rp500. Setelah empat bulan berjalan, setiap hari omzetnya mencapai Rp.500 ribu.
“Saya jualan setelah pulang dinas dan sudah izin pimpinan. Prinsip tidak dilarang asal tidak mengganggu ketugas sebagai polisi,” jelasnya.
Menurutnya, tidak semua pembeli mengetahui dia adalah anggota polisi. Namun banyak pula yang mengenalinya. Hal itu tidak membuatnya malu. Justru akan lebih mudah bergaul dengan masyarakat. Termasuk mensosialisasikan program polisi, menjaga keamanan sampai mendorong amsyarakat tertib berlalulintas.
“Kalau ada program polisi, saya kerap sosialisasikan. Bahkan mengingatkan pengendara agar memakai helm,” ujarnya.
Toni bergabung dengan korp bhayangkara sejak 2006 lalu. Sebelumnya dia bertugas di Polres Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya. Sebelum akhirnya minta dimutasi ke Polda DIY.
(Khafid Mardiyansyah)