SEMARANG – Delapan Helikopter Apache AH-64 milik TNI Angkatan Darat (TNI-AD) merupakan heli tercanggih di dunia. Alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan Amerika Serikat itu terparkir di hanggar Skadron-11/Serbu, Pusat Pendidikan Penerbangan Angkatan Darat (Pusdik Penerbad), Semarang, Jawa Tengah.
Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi, helikopter tersebut dicat loreng yang merupakan ciri khas dari militer. Di bagian ekor terdapat tulisan TNI AD dan gambar Bendera Merah Putih serta sebuah baling-baling di ujung ekornya.
Jika dilihat dari tampilan fisik luarnya bermotif loreng, helikopter tersebut merupakan alutsista jenis tempur untuk melindungi negara dari serangan musuh yang mengganggu pertahanan dan keamanan Tanah Air di medan perang.
Hal itu bisa dilihat dari kedua sisi heli itu dilengkapi roket hydra 2,75 inci dengan jarak efektif 3 km sampai 5 kilometer dan jarak maksimum 7 km, serta memiliki jarak mematikan (lethality distance) 20 meter.
Lalu, tersedia juga misil AGM 114/R Hellfire yang memiliki jarak efektif sampai delapan meter dan mampu menghancurkan sasaran tank, baik bergerak maupun diam. Letak misil itu bersebelahan dengan roket hydra.
Kecanggihan helikopter buatan negeri paman sam itu tak hanya sampai di situ, yakni terdapat canon kaliber 30 milimeter yang memiliki jarak efektif 1.500 meter dan jarak maksimal 3 km yang berada di bagian bawah heli tersebut.
Helikopter tempur itu hanya mampu menampung dua awak. Masing-masing pilot memiliki peran berbeda ketika mengawaki kendaraan tersebut. Pilot yang berada di depan bekerja untuk memastikan kapan persenjataan di heli itu dikeluarkan, sementara yang di belakang berfungsi untuk melakukan manuver ketika ada serangan.
Komadan Skadron-11/Serbu Letkol Cpn Cahyo Permono menjelaskan spesifikasi lainnya. Kata dia, heli itu dilengkapi dengan sensor dan semua bagian dikerjakan oleh komputer dan merupakan helikopter digital pertama yang dimiliki TNI AD.
Digital bukan hanya displaynya saja, tetapi semua proses sistemnya, proses untuk menghitung senjata dan perkenaan target semua dicatat oleh komputer.
"Dan juga gabungan antara optik dan elektronik sehingga kita sebut electro optic sensor. Itu salah satu kemampuan yang dimiliki helikopter Apache," kata Cahyo di lokasi, Jumat (20/7/2018).
Selain itu, helikopter itu bisa bertempur ketika siang maupun malam hari. Bahkan, kondisi malam malah menjadi salah satu keunggulan helikopter tersebut. Sehingga, pilot yang mengoperasikan capung besi itu dilatih untuk bertempur saat kondisi gelap.
"Maka pilot juga dilatih secara intensif untuk mampu terbang di malam hari," jelasnya.