"Jadi dari segi gelombang tidak terpengaruh karena gelombang tinggi sudah terjadi sebelum-sebelumnya. Apalagi, sekarang ini jarak dengan bumi jauh sehingga ya mungkin kenaikan (air laut) 30–40 sentimeter. Seperti itu," jelas dia.
Di sisi lain, Plt Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Bambang Setiyo Prayitno turut menjelaskan, apabila adanya kenaikan pasang surut air laut yang besar, lebih dipengaruhi faktor perbedaan temperatur antara suatu tempat dan tempat lainnya.
"Bahwa gerhana bulan total ini pengaruhnya sangat kecil hanya ke pasang surut air laut. Terjadinya gelombang yang besar itu bukan dari pengaruh gerhana bulan tadi, tapi itu peristiwa meteorologi akibat ada perbedaan temperatur di selatan Jawa, Australia, dan di utara, sehingga menimbulkan gelombamg tinggi. Jadi, itu hal yang sangat berbeda," kata Bambang.
(Hantoro)