Gandhi mengatakan, Pertamina mendukung kegiatan SMN untuk menggali potensi generasi muda, sekaligus menghubungkan anak-anak Indonesia yang memiliki keragaman suku budaya.
“Di masa saat ini, kita perlu memupuk rasa kebanggaan atas Tanah Air melalui kekayaan budaya Indonesia. Program SMN menjadi salah satu sarana bagi anak-anak Indonesia untuk secara langsung terlibat dalam budaya yang berbeda dari kesehariannya, sehingga sepulangnya dari program ini diharapkan anak-anak makin menghormati keragaman budaya Indonesia,” jelasnya.
SMN diadakan oleh Kementerian BUMN beserta beberapa perusahaan BUMN, untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus. Pada SMN 2018 ini, PT Pertamina (Persero) mengambil bagian dalam pertukaran pelajar dari Papua ke Aceh, serta menerima anak-anak Aceh yang bertukar ke Papua.
Setelah melalui proses seleksi di setiap kabupaten di Provinsi masing-masing, sebanyak 32 siswa di mana tiga siswa di antaranya memiliki keterbatasan (disabilitas), akan mengikuti masa pembekalan dari Pertamina dan pengajar-pengajar profesional. Pada masa pembekalan, siswa diberi ilmu menulis dan bercerita, termasuk tips membuat vlog menarik. Pasalnya, anak-anak diharapkan dapat menceritakan kembali pengalaman pertukarannya.
"Saya sangat bangga, tidak menyangka kalau saya bisa mengikuti program ini karena seleksi yang sangat ketat. Program ini membuat saya dan semua teman-teman memiliki wawasan tentang budaya Indonesia yang lainnya," kata Jevan Mabel, salah satu siswa asal Papua yang bersekolah di SMAN 1 Wamena. Jevan hari ini juga telah tiba di Aceh bersama rombongan anak-anak Papua lainnya.
(Rizka Diputra)