Para saksi mengatakan kedua turis itu jadi sasaran kuda nil setelah berada terlalu dekat dengan hewan itu di dekat hotel Sopa. Pria yang jadi korban gigitan, dilarikan ke rumah sakit, namun mengeluarkan terlalu banyak darah dan kemudian meninggal.
Turis China lainnya, bernama Wu Peng Te, dirawat karena memar di Rumah Sakit Distrik Naivasha.
Ketua Asosiasi Pemilik Kapal Danau Naivasha, David Kilo, mengatakan kepada surat kabar Star, Kenya, bahwa kenaikan permukaan air telah mengurangi kawasan padang rumput untuk kuda nil, memaksa mereka bergerak ke lahan pertanian dan hotel, dan meningkatkan kontak antara mamalia itu dengan manusia.
Dinas Satwa Liar Kenya mengatakan mereka sedang melacak kuda nil yang menggigit turis itu.