Ade mengatakan, pelaku sengaja menggunakan handphone jadul agar tidak terlacak petugas, yang bersangkutan juga diduga membawa uang tunai dengan jumlah besar. Ia sengaja mencari pulau terpencil sehingga lari dari Jakarta menuju ujung timur Indonesia.
Panit 4 Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) AKP Iskandar menambahkan, saat berpindah pulau pelaku juga tidak menggunakan kapal umum karena takut ketahuan petugas. Ia menyewa kapal milik seorang nelayan. "Pakai kapal kayu," tambah Iskandar.
Sebelumnya diberitakan Okezone, pada Sabtu 21 Juli 2018 dini hari, Herdi Sibolga ditembak orang tak dikenal hingga tewas di Jalan Fajar Penjagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Polisi menemukan dua proyektil perluru di lokasi penembakan tersebut.
Berkaitan dengan kasus tersebut polisi telah menetapkan empat tersangka terkait kasus penembakan yang menewaskan Herdi Sibolga. Keempat tersangka itu yakni Abdullah Sunandar alias AS (41), JS (36) PWT (32), dan SM (41). AS yang berperan sebagai eksekutor merupakan pecatan TNI Angkatan Laut.
(Angkasa Yudhistira)