JAKARTA – Bakal calon presiden Joko Widodo secara resmi telah memilih KH Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Banyak pihak terkejut dengan pilihan Jokowi tersebut. Tak ayal, pro dan kontra ini muncul di media sosial. Banyak meme negatif yang bermunculan, tapi tak sedikit pula meme positif muncul sebagai tandingannya.
Menurut Sekretaris Jenderal Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) Aminuddin adanya beda pendapat soal sosok Ma'ruf Amin merupakan hal yang lumrah dan merupakan bagian dari dinamika demokrasi politik. Aminuddin juga menilai beragamnya meme di media sosial ini dimaknai sebagai adanya partisipasi politik yang sangat baik di masyarakat.
"Perbedaan pendapat tentang sosok tokoh ulama KH Ma'ruf Amin di masyarakat saat ini merupakan hal lumrah. Kita bisa maknai hal ini sebagai wujud partisipasi politik yang sangat baik, tinggal bagaimana memberikan asupan informasi yang benar saja tentang sosok KH Ma'ruf Amin," kata Aminuddin, Senin (13/8/2018).
Ia menyebutkan, tidak menutup kemungkinan pihak lawan politik Jokowi akan memanfaatkan sosok Ma’ruf Amin sebagai bahan kritik. Hal ini, lanjut Aminuddin karena mereka tidak menemukan celah pada sosok Jokowi maupun pada pemerintahan Jokowi.
Ia pun mengingatkan, kritik-kritik negatif kepada Ma'ruf Amin bisa berdampak kepada marahnya umat Islam di Indonesia.
"Pihak lawan kemungkinan kehabisan peluru untuk menyerang sosok Jokowi, maka mereka mulai menyerang personality KH Ma’ruf Amin sebagai pasangannya. Tapi, itu tidak mudah karena bila ulama yang mereka serang maka yang marah adalah umat," pungkasnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)