SEOUL – Pemerintah Korea Selatan berencana untuk mengumumkan sebuah monumen baru sebagai bagian dari hari pertama peringatan penggunaan “perempuan penghibur” oleh tentara Jepang semasa perang. “Perempuan penghibur” atau “jugun ianfu” adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada para wanita yang menjadi korban perbudakan seks selama Perang Dunia II di wilayah pendudukan Jepang.
Reuters, Selasa (14/8/2018) mewartakan, upacara yang menandai hari pertama "Peringatan untuk ‘Wanita Penghibur’ Korban dari Pasukan Jepang" itu mengancam akan memperburuk masalah diplomatik sensitif antara Korea Selatan dengan Jepang.
BACA JUGA: Protes Patung Jugun Ianfu, Jepang Tarik Dubes dari Korsel
Pihak Jepang mengatakan, masalah “jugun ianfu” dengan Korea Selatan telah diselesaikan melalui perjanjian pada tahun 2015 yang disepakati dengan pemerintah Korea Selatan sebelumnya. Melalui perjanjian itu, Jepang menyampaikan permintaan maaf kepada para korban dan memberikan dana sebesar 1 miliar yen untuk membantu mereka.
Namun, Pemerintahan Presiden Moon Jae-in menggarisbawahi masalah emosional dan menuntut Jepang untuk melakukan lebih banyak untuk para korban. Jepang telah menyatakan tidak bersedia untuk melakukan negosiasi ulang terkait kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya.