nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekretaris Kabinet: Hubungan Jepang-Korea Selatan Sangat Parah

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 24 Juli 2019 18:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 24 18 2083113 sekretaris-kabinet-hubungan-jepang-korea-selatan-sangat-parah-Bf2nW928pS.jpg Bendera Korea Selatan dan Jepang. Foto/Reuters

TOKYO - Juru bicara terkemuka pemerintah Jepang pada Rabu (23/7/) mengatakan bahwa hubungan negara tersebut dengan Korea Selatan mencapai keadaan "sangat parah".

Ia mengatakan Tokyo akan terus mendesak Seoul agar mengambil tindakan yang sepatutnya untuk mengatasi persoalan yang membuat genting hubungan bilateral tersebut.

Pada Selasa (23/7), Jepang melancarkan protes terhadap Korea Selatan dan Rusia setelah pesawat perang Korea Selatan menembakkan ratusan tembakan peringatan ke sebuah pesawat militer Rusia.

Baca juga: Militer Korsel Lepaskan Tembakan Peringatan ke Pesawat Rusia di Wilayah Udaranya

Jepang dan Korea Selatan juga berselisih dalam persoalan hambatan ekspor, yang dikenakan Jepang atas bahan-bahan teknologi tinggi tertentu menuju Korea Selatan.

"Hubungan Jepang - Korsel sekarang dalam keadaan sangat parah," Menteri Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga dalam suatu jumpa pers mengutip Reuters, Kamis (24/7/2019).

"Negara kita akan terus mendesak Korea Selatan untuk mengambil langkah yang patut dengan dasar pendirian kita atas berbagai persoalan," lanjutnya.

Protes warga Korsel

Hubungan kedua negara berimbas terhadap protes yang dilakukan warga Korsel.

Pada Jumat (19/7) seorang pria tewas setelah membakar di depan Kedutaan besar Jepang di Seoul, Korea Selatan.

Mengutip AP News, polisi mengatakan pria tersebut merupakan warga Korea Selatan berusia 78.

Baca juga: Pria Korea Selatan Tewas Usai Bakar Diri di Depan Kedubes Jepang

Baca juga: 7 Warga Korea Selatan Terobos Masuk Konsulat Jepang di Busan

Polisi mengatakan pria itu diketahui bernama Kim. Ia meninggal saat dirawat di rumah sakit Seoul, Jumat (19/7/2019).

Menurut polisi, ia membakar diri di dalam mobilnya yang di parkir di depan Kedutaan Besar Jepang.

Kemudian pada Senin (22/7) polisi Korsel menahan tujuh orang karena menerobos masuk konsulat Jepang di Korea Selatan dan mengadakan demonstrasi anti-Jepang.

Foto/AP News

Para penerobos—enam pria dan wanita—itu diberikan izin sementara untuk memasuki konsulat Jepang di kota Busan. Mereka mengatakan kepada staf bahwa mereka akan mengunjungi perpustakaan di dalam gedung, menurut petugas kepolisian Busan.

Mereka awalnya tinggal di perpustakaan, tapi mereka tiba-tiba lari ke halaman konsulat, meneriakkan bahwa "Jepang harus meminta maaf" dan memegang plakat yang mengkritik keputusan Jepang baruyang memperketat kontrol ekspornya atas beberapa bahan berteknologi tinggi.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini