Pada Maret, Moon Jae-in menggambarkan penggunaan wanita penghibur oleh tentara Jepang pada masa perang sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan", sementara Sekretaris Kabinet Kepala Jepang Yoshihide Suga yang menyebut pernyataan Moon sebagai sesuatu yang "sangat disesalkan".
BACA JUGA: Rayakan Perlawanan terhadap Jepang, Presiden Korsel Singgung Wanita Penghibur
Isu jugun ianfu terus menjadi penyebab pertikaian antara Jepang dan negara tetangganya China, Korea Utara dan Korea Selatan sejak perang. Dua negara di Semenanjung Korea pernah diduduki Jepang dari 1910 sampai 1945, sedangkan sebagian China juga diduduki sebelum sampai sesudah Perang Dunia II.
Jepang mengatakan masalah ganti rugi bagi para jugun ianfu diselesaikan berdasarkan perjanjian 1965. Tokyo mengatakan bahwa pada 2015, Jepang setuju untuk menyediakan dana untuk membantu mereka menyembuhkan "luka psikologis".
(Rahman Asmardika)