PANGANDARAN - Selain sebagai Bandara, Nusawiru memiliki kaitan silsilah dengan Sunan Raja Mandala. Salah satu kasepuhan asal Cijulang Abah Kundil mengatakan, Sunan Raja Mandala merupakan salah satu keturunan Kerajaan Pajajaran.
"Sunan Raja Mandala dikaruniai lima anak diantaranya Aki Gede atau Sembah Gede, Jang Pati, Jang Singa atau Maung Panjalu, Jang Raga, Jang Langas atau Sembah Agung," kata Abah Kundil.
Semua anaknya disebar diutus ke berbagai daerah untuk mengembangkan Agama Islam. "Aki Gede diutus oleh Sunan Raja Mandala ke wilayah Banyumas, Purwokerto yang waktu itu masuk wilayah kerajaan Galuh, di Banyumas tepatnya di Baturaden yang cirinya ada keramat maqom Batire Raden atau teman Raden," tambahnya.
Titel Raden merupakan ciri khas suku sunda, karena kalau suku jawa adalah Ndoro. Sedangkan Jang Pati diutus ke Jambansari Ciamis sementara Jang Singa diutus ke Panjalu sedangkan Jang Raga diutus ke Mangunjaya dan Jang Langas diutus ke Batukaras.
"Sunan Raja Mandala memiliki saudara bernama Liman Sanjaya dan Sanghiang Wiruna yang saat ini maqomnya dilokasi Bandara Nusawiru," papar Abah Kundil.
Lokasi tersebut hingga saat ini dikeramatkan oleh masyarakat Cijulang, dalam uga atau terawangan orang tua dahulu dalam buku sejarah Kacijulangan tersirat warga Cijulang merupakan keturunan Sunan Raja Mandala.
"Dalam buku sejarah Kacijulangan, Nusawiru dulunya bernama Gunung Amparan yang merupakan dataran tertinggi se Nusajawa, tempat tersebut merupakan tempat berkumpulnya para mahluk gaib se tanah Jawa," jelasnya.
Suasana di sekitar Bandara Nusawiru (foto: Okezone)
Gunung Amparan merupakan tempat para mahluk gaib merumuskan permasalahan dan yang meng syahkan keputusan dipimpin oleh Sanghiang Wiruna.
"Sanghiang Wiruna akhirnya diberi titel gelar Eyang Prabu Waseh karena sebagai pemutus musyawarah," papar Kundil.
Bandara Nusawiru (Foto: kkp.go.id)
Selain itu dalam buku sejarah Kacijulangan tersirat juga yang kalimatnya, Cijulang ngadeg ku anjeun, mun geus bener jajarana, dicirian ku sumur Bandung nu jadi tangtungan, Tangkal wiru di gunung ampar-amparan. Domdoman nu jadi tangkal kaheman, harendong tempat euntreupna papatong.
"Artinya daerah Cijulang bakal menjadi salah satu daerah yang maju dari berbagai aspek, salah satu contoh, hutan belantara sekarang menjadi Bandara Nusawiru," pungkas Abah Kundil. (kha)
(Angkasa Yudhistira)