"Sebetulnya itu belum banyak, tapi mungkin buku setelah ini tentunya yang akan mengungkapkan itu. Suka dukanya ketika kita memimpin, memang tidak semua harapan masyarakat bisa terpenuhi oleh kita, tetapi dari sekian harapan, program dan kegiatan kita harus menjawab sebagian permasalahan itu. Kemudian bagaimana kita turun ke lapangan, ya namanya masyarakat ketika ketemu dengan kita mereka tumpahkan semuanya, kritikan, masukan, bahkan dengan cara yang pedas tapi itulah kenyataannya, mau tidak mau harus kita terima," bebernya.
Namun, saran dan masukan masyarakat yang terkesan pedas, hal itu dianggap cara masyarakat mencintai daerah dan pemimpinnya.
"Karena memang bagi kita walaupun itu kritikan itu pertanda masyarakat mencintai daerahnya, masyarakat itu sayang kepada daerahnya itulah cara mereka mewujudkan rasa sayangnya itu.
Sehingga bagaimana pun caranya, mengaktualisasikan respon mereka maka mau tidak mau harus kita memberikan dan menjawab harapan itu secara maksimal," tutupnya.
(Rachmat Fahzry)