Duterte mengeluarkan pernyataan tersebut setelah Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton menyerang ICC yang berbasis di Den Haag. Dia menuduh ICC menerapkan nilai-nilai Barat di Filipina.
"Apa masalah Anda? Siapa Anda menjalankannya negara saya? Itu masalah dengan Uni Eropa. Mereka masuk ke dalam pemerintahan internasional. Mereka membuat ICC, komunitas Eropa, dan mereka mencoba memaksakan nilai-nilai mereka dan cara mereka berpikir bagaimana kejahatan dikategorikan. Itu adalah kolonialisme baru," ujarnya.
Sebelum ICC mengusik kebijakan perang melawan narkoba di Filipina, dugaan pembunuhan massal di Kota Davao pada masa lalu yang melibatkan peran Duterte juga dipersoalkan kembali. Pembunuhan massal oleh "skuad maut" itu terjadi saat Duterte memerintah Davao sebagai wali kota selama dua periode.
(Mufrod)