“Seperti di Jono Oge, personel kami kesulitan untuk melakukan evakuasi meskipun dengan menggunakan alat berat amphibi. Medan berlumpur dan kondisi tanah labil menyulitkan alat berat untuk beroperasi," tutur Bambang.
Melihat kondisi yang sulit, Bambang menjelaskan, personel di lapangan tetap memperhatikan aspek keselamatan saat melakukan evakuasi korban. Dia pun menggambarkan, bagaimana tanah labil, tiba-tiba amblas ketika mereka diinjak.
Estimasi untuk menyisir lokasi terdampak membutuhkan waktu sekira 5 bulan. Citra satelit menunjukkan, luas area terdampak di Balaroa mencapai 47,8 hektare, Petobo 180 hektare, dan Jono Oge 202 hektare.
Setelah operasi dinyatakan selesai, Bambang menyebutkan, Tim Basarnas menyerahkan kepada keputusan pemerintah daerah setempat terhadap para korban yang masih terkubur.
Total personel Basarnas yang terlibat dalam upaya pencarian korban sebanyak 404 orang yang terdiri dari 154 personel Basarnas, 13 ABK SAR Wisanggeni, 11 ABK KM SAR Laksmana, dan 230 potensi personel.