TANGERANG - Selama tujuh tahun, permukiman warga RT 01/05, Kampung Picung, Desa Pasar Kemis, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, terdampak limbah kimia.
Sebanyak 54 warga yang tinggal di daerah tersebut, mengalami gatal-gatal dan merasa panas pada kulitnya. Hal itu terjadi setelah, air yang mengalir di permukiman setempat tercemar yang diduga berasal dari bekas gudang kimia yang berjarak sekitar 100 meter dari sekitar permukiman tersebut.
Salah seorang warga, Robiah (36) mengatakan, air yang tercemar tersebut berwarna kuning cerah. Nantinya bila warga tekena air itu akan merasakan gatal dan panas.
"Ini airnya kalau kena kulit gatal, terus panas dan gak lama langsung merah-merah. Kita juga terpaksa pakai air ini untuk mencuci bahkan terkadang untuk mandi. Tapi kalau untuk makan dan minum itu pakai air beli, air galon," tuturnya.