Kesaksian Warga saat Petobo-Balaroa 'Ditelan' Lumpur: Tanah Bergerak bak Ombak Bergemuruh

Herman Amiruddin, Jurnalis
Sabtu 13 Oktober 2018 12:05 WIB
Kondisi Pasca-Likuefaksi di Petobo, Palu, Sulteng (foto: Herman A/Okezone)
Share :

Setelah semuanya lolos dari gempa. Mereka semua mengungsi ke tempat aman. Sementara Riswan bersama temannya masih berda di Baloroa. Meski dalam gelap gulita keduanya tetap menolong warga yang meminta tolong.

"Adek ku bersama temannya yang menolong. Kalau ada lagi teriakan dia pasti masuk lagi menolong. Adekku itu kalau ada yang teriak. Pasti dia masuk lari lagi tolong. Tidak ada takutnya," jelas Siti.

Dia menyebutkan, rata-rata yang meninggal adalah ibu bersama anak-anaknya. Usai kejadian, terlihat jalanan terbelah dan rumah-rumah yang runtuh. Siti juga menyaksikan beberapa orang terjepit di dalam tanah.

Kondisi Pasca-Likuefaksi di Balaroa, Palu, Sulteng (foto: Herman A/Okezone) 

"Ada bapak saat itu menemukan isterinya meninggal sambil memeluk bayinya. Ia minta tolong agar jenazah anak isterinya di bawa ke pemondokan," sambung Siti.

"Iya betul. Kasihan sekali bapak itu. Tidak ada yang mau tolong. Orang punya mobil tidak mau angkut. Katanya pemali," Abbas membalas.

(Baca Juga: Cerita 18 Jam Pemulihan Navigasi Penerbangan Pasca-Gempa Sulteng) 

Akhirnya Abbas yang tak mempedulikan soal pamali, mengangkut bapak itu beserta jenazah isteri dan anaknya ke pemondokan untuk di semayamkan. Namun, ada kejadian menakutkan ketika Abbas dan istri ingin pulang. Mobilnya dirusak dan bensin diambil sekelompok orang.

"Saya cuman bilang, kenapa tidak minta. Ini kamu ambil satu gelas saja. Lebih banyak yang terbuang," kenang Abbas.

Meski mobilnya dirusak sekelompok orang, tapi Abbas tak marah karena tahu jika kondisi saat itu banyak orang panik dan butuh akan bahan bakar minyak. Pantas saja, akibat gempa seluruh fasilitas umum rusak termasuk pom bensin.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya