Bisnis yang digelutinya juga tak mudah. Butuh kerja keras, mulai dari jual beli sayur, bawang, telor di Pasar Kramat Jati, Jakarta. Ia memanfaatkan situasi ketika meliput di pasar tersebut, dengan menawarkan diri sebagai pemasok, setelah ia sebelumnya mengetahui bahwa mengambil barang dari Bekasi.
Para pedagang menyetujui sepanjang harganya lebih murah atau sama dari pemasok lainnya. Ia pun harus bolak-balik Bekasi-Pasar Induk dengan mobil bak terbuka. Bekasi waktu itu masih sangat jauh, belum ada jalan tol seperti sekarang.
Bahkan, ia pernah mengadaikan jam tangan dan beberapa barang miliknya, sebab awalnya semua harus bayar kontan. Dari sana, jaringan terus dibangun dengan para pengusaha papan tengah dan papan atas melalui Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) dan Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia).
“Bagi saya prinsip bisnis atau dagang itu mudah. Kita tinggal mencari di daerah mana bisa kita beli barang lebih murah dan daerah mana kita bisa menjual barang lebih mahal. Selisihnya itulah keuntungan,” katanya.
Banyak bertanya kepada dirinya, keinginan menjadi ketua umum Golkar, namun ia selalu menegaskan bahwa belum berfikir sejauh itu. “Berfikir saja belum. Karena fokus saya saat ini adalah bagaimana menaikan rating DPR agar dipercaya rakyat," tegasnya.
Mantan Ketua Komisi III DPR itu juga mengajak para tokoh, pimpinan dan anggota DPR, MPR dan DPD serta siapapun untuk membiasakan menulis mengenai berbagai hal. Baik mengenai perjalanan hidup, pandangan, pemikiran, kiprah ataupun pengabdian, sesuai dengan profesi masing-masing.
"Siapa tahu disana ada mutiara dan hikmah yang dapat dipetik untuk jadi pelajaran bagi orang lain maupun sebagai sumbangsih bagi bangsa dan negara. Seperti kata Imam Al-Ghazali, menulislah maka anda akan hidup selamanya," tuturnya.
Bamsoet dikenal produktif menulis buku. Setidaknya ada 13 bukunya yang diterbitkan selama menjadi anggota DPR. Mulai dari Skandal Gila Bank Centuri, Presiden Dalam Lingkaran Sengkuni, Perang-Perangan Melawan Korupsi, Republik Galau, Indonesia Gawat Darurat dan Ngeri-ngeri Sedang.
Pada acara peluncuran buku tersebut, hadir sejumlah tokoh dan wartawan senior seperti, Surya Paloh (Ketua Umum Nasdem), Pengusaha Senior Chaerul Tanjung, Ketua Umum Pemuda Pancasila Yapto Suryosumarno, Budayawan Radar Panca Dahana, Pelukis Senior Hardi, Tokoh Pers Senior Ishadi SK, Irjen Pol Setyo Wasisto (Kadiv Humas Polri).
Kemudian, Melchias Mekeng (Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI), Taufiqulhadi (Anggota Fraksi Nasdem DPR RI), Roemkono (Anggota Fraksi Golkar DPR RI), Robert Kardinal (Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI), Masinton Pasaribu (Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI), Ahmad Sahroni (Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI), Elman Saragih, Panda Nababan, Noorca Massardi, Wina Armada, serta Gigin Pragianto, J Osdar, Aristides Katopo dan Marcyanus Donny sebagai narasumber dalam bedah buku tersebut.
(Arief Setyadi )