Komentari Buku Biografi Bamsoet, Jokowi: Kesan Pertama Saya, Kalau Kritik Pedas Sekali

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis
Jum'at 26 Oktober 2018 00:44 WIB
Presiden Jokowi dan Ketua DPR Bambang Soesatyo (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, meluncurkan buku biografinya ‘Dari Wartawan ke Senayan’ di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (25/10/2018). Buku itu berisi perjalanan hidup dan karirnya. Di dalam buka tersebut, tertuang berbagai komentar tokoh, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Dalam komentarnya, Jokowi mengungkapkan, bahwa kesan pertamanya terhadap Bamsoet kalau mengkritik pedas sekali. Namun, di mata Jokowi politikus Golkar itu adalah orang yang konsisten dan apa adanya.

“Kesan pertama saya terhadap Bamsoet, kalau mengkritik pedas sekali. Tapi saya tahu beliau adalah orang yang konsisten dan apa adanya. Perjalanannya yang berliku dan keras sebagai wartawan dan jiwa kewirausahaannya yang kuat saat menjadi pengusaha, telah membentuk kematangan jiwa dan pikirannya dalam berpolitik," ujar Jokowi.

Seperti halnya Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla turut mengomentari dan baginya sebagai wartawan yang menjadi Ketua DPR RI, Bamsoet memiliki informasi dan hubungan baik dengan banyak kalangan. Ia pun bisa menilai kalau Bamsoet bisa mengemban amanah ini dengan lebih baik, adil dan independen.

Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan ikut menorehkan komentarnya. Ia melihat kepiawaian Bamsoet memimpin DPR-RI yang lebih terbuka dan kondusif. Tak ada lagi kegaduhan, padahal tak mudah menyatukan pandangan 560 politisi dari 10 partai politik dengan beragam latar belakang.

(Baca Juga: Sikapi Aksi Bela Tauhid, Ketua DPR Imbau Masyarakat Menahan Diri)

Sementara Bamsoet mengaku, awalnya ia menolak untuk dibuatkan buku biografi. Namun, rekan-rekannya sesama wartawan dulu berhasil meyakinkannya.

“Mulanya saya menolak untuk dibuatkan biografi. Namun, Bang Derek Manangka almarhum akhirnya berhasil meyakinkan saya. Bahwa buku itu penting untuk adik-adik yang sedang menggeluti profesi wartawan agar mereka juga bisa melihat bahwa karir mereka bisa menjulang dan punya masa depan," ujarnya.

Sebagai orang yang pernah berprofesi sebagai wartawan, Bamsoet menilai bahwa melalui profesi tersebut bisa menjadi apa saja. Peluang seorang wartawan itu lebih besar dalam akses dan jaringan.

“Wartawan punya akses kepada siapapun dan dapat bertanya tentang apapun,” kata Bamsoet.

Ia mengaku merintis karier sebagai wartawan dari kasta paling bawah, yaitu reporter baru. ”Waktu itu karena masih pakai mesin tik, kalau satu dua alinea tulisan kita dianggap sudah tidak bagus, langsung disobek oleh redaktur. Apalagi kalau ketemu Bang Panda Nababan. Belum dibaca udah dirobek-robek,” katanya.

Karir kewartawanan digelutinya karena semasa kuliah senang berorganisiasi dan aktif di pers kampus. Di dalam buku ini, sambung Bamsoet, bercerita secara simpel, lugas dan mengena tentang lika-liku perjalanan karir saya sejak jadi wartawan pada 1986, lanjut berbisnis dan berpolitik lewat Partai Golkar.

"Hingga masuk parlemen sejak 2009 dan akhirnya diberi kepercayaan sebagai Ketua DPR RI, sebuah amanah yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya,” tutur Bamsoet.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya