MAKASSAR - Tim Khusus Polda Sulsel terpaksa menembak Nugroho Eko Saputra (18) pelaku penikaman terhadap pacarnya sendiri. Pelaku ditembak saat akan mencoba kabur.
Pelaku yang merupakan seorang pelajar ini menikam pacarnya karena tak dipenuhi pemintaannya untuk berhubungan badan dengan pacarnya itu. Akhirnya, ia ditangkap oleh Tim gabungan saat setelah mendapat informasi tentang keberadaan tersangka disekitar Jalan Daeng Tata Makassar.
(Baca Juga: Terbakar Cemburu, Pemuda di Penjaringan Nekat Bacok Leher Temannya)
Kanit Timsus Polda Sulsel, Ipda Artenius mengatakan maka tim gabungan bergerak cepat dan melakukan penangkapan terhadap tersangka.
Hanya saja saat akan ditangkap, Eko melawan dan berusaha kabur dengan cara melompat dari mobil petugas saat sedang diamankan. "Sehingga dilakukan tembakan ke udara untuk menghalau tersangka. Namun tembakan peringatan ke udara tersebut tidak dihiraukan sehingga personel melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak ke arah kaki kiri tersangka Eko sebanyak 2 tembakan," tegasnya.
Dijelaskan Artenius awalnya pelaku mengajak korban untuk berhubungan badan layaknya suami istri. Namun, setelah melakukan hubungan badan sebanyak 2 kali. Pelaku kembali mengajak untuk berhubungan badan untuk yang ketiga kalinya.
"Namun korban menolak berhubungan bandan karena takut hamil. Dan pelaku tidak mau bertanggung jawab. Sehingga membuat Eko naik pitam dan mengambil pisau dapur kemudian menusuk korban pada bagian perutnya sebanyak 1 kali," jelas Artenius.
(Baca Juga: Ini Identitas Bapak Kandung yang Tega Injak hingga Cekik Bayinya)
Bukan hanya itu, korban juga diseret ke kamar mandi dan dibenturkan kepalanya ke closet kamar mandi. "Selain menikam pelaku juga mengambil 3 handphone milik korban juga dibawa pelaku. Setelah itu korban di seret ke kamar mandi," terang Artenius.
Setelah itu Eko meninggalkan korban dalam keadaan bersimbah darah dan melarikan diri ke arah Kabupaten Jeneponto. Kini pelaku sudah diamankan di Posko Timsus Polda Sulsel untuk proses dan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara korban kini masih mendapat perawatan serius di rumah sakit.
(Fiddy Anggriawan )