Jejak Sejarah Wanita Perkasa Tanah Mandar hingga Bergelar Pahlawan Nasional

Antara, Jurnalis
Sabtu 10 November 2018 04:46 WIB
Hj Andi Depu diangkat menjadi Pahlawan nasional (Foto: Diknas Polman)
Share :

MAMUJU - Momentum Hari Pahlawan tahun ini menjadi hadiah spesial bagi masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat karena seorang pejuang wanita asal Tanah Mandar dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Ya, pengukuhan Hajjah Andi Depu yang bergelar Ibu Agung sebagai Pahlawan Nasional itu, ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor: 123/TK/2018, tanggal 6 November 2018.

Perempuan pemberani Tanah Mandar yang mengangkat senjata melawan penjajah Belanda itu dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Abdulrahman Baswedan dari Yogyakarta yang merupakan kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Mr Kasman Singodimedjo dari Jawa Tengah, Depati Amir dari Bangka Belitung, KH Sjam'un dari Banten serta Ir Pangeran Mohammad Noor dari Kalimantan Selatan.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia yang akhirnya menetapkan Ibu Agung Hj Andi Depu sebagai Pahlawan Nasional," kata Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, usai menerima penganugerahan gelar Pahlawan Nasional dan tanda Kehormatan Republik Indonesia tahun 2018 oleh Presiden Jokowi di Istana Negara.

Gubernur yang juga merupakan putra asli Mandar itu menyampaikan, perjuangan dalam mengusulkan Ibu Agung Andi Depu sebagai Pahlawan nasional tersebut tidak mudah. Perjuangan yang sangat panjang yang ditempuh dengan banyak kriteria, persyaratan dan prosedur yang harus dilalui hingga akhirnya perjuangan tidak mengenal lelah itu akhirnya membuahkan hasil yang sudah lama dinantikan masyarakat Sulbar.

"Dengan ditetapkannya Ibu Agung Hj Andi Depu sebagai Pahlawan Nasional, maka ini menjadi spirit dan penyemangat ke depannya mendorong tokoh-tokoh yang ada di Sulawesi Barat untuk diusulkan, didorong dan disupport agar dapat mengikuti jejak Ibu Agung Andi Depu," ucapnya.

"Kepada segenap kelurga besar Ibu Agung Andi Depu agar marwah Agung Andi Depu sebagai Pahlawan Nasional tetap dijaga dengan sebaik-baiknnya," pesan Ali Baal Masdar.

Kebanggaan atas penobatan Andi Depu sebagai Pahlawan Nasional itu juga dilukiskan Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Farid Wajdi di dalam sebuah tulisan. Farid Wajdi pun menyebut Andi Depu sebagai 'Perempuan Pemberani dan Pemberani Perempuan dari Balanipa Mandar 1907-1985'.

Keluarga bangsawan Andi Depu lahir pada bulan Agustus 1907 di Tinambung Polewali Mandar (Polman), anak dari salah seorang Raja Aarajang Balanipa yang ke-50 bernama La'ju Kanna I Doro yang bergelar Maradia Tomate Yudda dan ibunya berasal dari kalangan bangsawan Mamuju yang bernama Samaturu dengan gelar Maraqdia Kinena.

Andi Depu muda hanya bersekolah hingga tingkat Volkschool (sekolah rakyat atau desa). Pada 1923, Andi Depu menikah dengan seorang bangsawan bernama Andi Baso Pabiseang kemudian pada 1939, Ibu Agung diangkat menjadi Raja ke-51 Kerajaan Balanipa. Dengan statusnya itu, ia gigih melawan dan mengusir penjajahan Belanda dari tanah Mandar.

Demi mempertahankan kemerdekaan dari tangan Belanda, Andi Depu rela meninggalkan kerajaan dan turun bersama rakyat melawan Belanda. Namun, sayangnya upaya Andi Depu ini ditentang oleh suaminya hingga berujung perceraian.

Masa remaja Andi Depu telah aktif di dalam berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan dan pada 1940 berdiri perkumpulan JIB (Jong Islamiten Bond) di daerah Mandar dimana Andi Depu sebagai penyokong utama organisasi tersebut. Aktivitas dalam perkumpulan kepemudaan saat itu, mewarnai cara berpikir dan cara pandang Andi Depu muda melihat pergolakan kebangsaan.

Kemudian, pada 1944 Andi Depu mendirikan organisai Pujingkai, suatu wadah gerakan yang melibatkan wanita sebagai tempat pelatihan dan penggodokan semangat juang wanita Mandar untuk merebut kemerdekaan dari pendudukkan militer Jepang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya