JAKARTA - Cawapres Nomor urut 01, Maruf Amin menjelaskan maksud ungkapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya terkait politisi Genderuwo dimaksudkan menjadi politisi harus pemberani.
"Maksudnya itu, kata pak Jokowi, dalam membangun komunikasi politik, jangan menakut-nakuti. Kalau nakut-nakuti, itu seperti genderuwo itu ungkapannya bukan optimisme, tetapi rasa takut," kata Maruf Amin di Rumah Aspirasi, Jalan Tugu Proklamasi nomor 46, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).
Seorang politisi genderewo kerap mengulirkan propaganda yang membuat ketakutan dan kekhawatiran di lingkungan masyarakat.
"Kan pak Jokowi yang mengatakan kata beliau ada. Kalau pak Jokowi ada, saya ikut Pak Jokowi, saya bilang ada lah," tutupnya.