"Kami sudah cukup sabar menunggu kepastian. Kami keluarga ahli waris bisa saja menyegel sekolah ini, tapi kami masih sabar menunggu dulu itikad baik dari dinas pendidikan," seru Hasan dengan nada meninggi.
Dilanjutkan Hasan, pada Senin 19 Npvember 2018 sore, perwakilan dari Dinas Pendidikan dan pegawai Kelurahan Muncul mendatangi lokasi bangunan SDN 02. Sayangnya, menurut Hasan, perwakilan itu bukan datang memberikan solusi kongkrit yang ditawarkan, melainkan meminta agar pihak ahli waris kembali menunggu hingga waktu yang belum ditentukan.
"Kemarin sore pada banyak yang datang ke sekolah, terus perwakilannya ada yang menemui kakak saya, dan intinya minta supaya disuruh menunggu lagi," tandas Hasan.
Dugaan penyerobotan lahan keluarga ahli waris itu diperkuat pula oleh berbagai dokumen yang dimiliki, termasuk surat girik atas nama almarhum H Mursan. Ada pula dokumen lain tentang gambar denah beserta patok batas lahan tersebut. Kesemua dokumen, terlihat di tanda tangani oleh Kelurahan, Ketua Lingkungan, hingga Badan Pertanahan setempat.
(Edi Hidayat)