Dari keterangan dari tersangka diketahui mereka memiliki outlet resmi penjualan tiket penerbangan di wilayah Jakarta dan Singapura.
Selain itu, ia menambahkan, aksi penipuan tersebut dilakukan dengan cara membobol identitas pengguna kartu kredit secara acak. Pembobolan itu mengunakan cara menyebar email berisi informasi yang menyebut bahwa pemilik akun atau email itu sebagai pemenang undian.
Para pemilik email yang tertipu akan diminta untuk mengisi biodata yang mengarah kepada data pribadi di kartu kredit. Dengan data itulah, para pelaku meretas data kartu kredit yang nantinya digunakan untuk membeli tiket peswat.
"Jadi modusnya itu meretas datalah. Nanti kartu kredit itu dibobol oleh para tersangka untuk digunakan membeli tiket," paparnya.