Sementara Kadiv Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan pihaknya meminta kepada jajarannya agar dapat menjadi penjaga keamanan berseragam di jaringan internet.
"Pelaku kejahatan siber, penyebar pornografi, hoaks, black campaign, isu SARA, terlebih menjelang Pemilu 2019 yang barang tentu mengeluarkan dampak polarisasi di masyarakat Indonesia," ucapnya.
Iqbal juga berjanji akan lebih aktif memantau pergerakan negatif di dunia maya. Sebab, gangguan kamtibnas di jaringan internet juga berdampak ke kehidupan nyata.
"Beragam kata tidak pantas mudah diakses. Ini menjadi sarana emosi negatif. Memudahkan orang bertengkar jarak jauh. Internet menghadirkan 'Sengkuni' yang dulu hanya ada di cerita Mahabarata," jelas Iqbal.
(Hantoro)