Bencana ini termasuk fenomena langka, karena biasanya gelombang tsunami diawali gempa terlebih dahulu. Seperti halnya tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala beberapa waktu yang lalu. Terlebih, saat gelombang pasang di daerah terdampak, BMKG tidak mendeteksi adanya aktivitas tektonik.
2. Penyebab Tsunami Masih Belum Terungkap
Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti terjadinya tsunami di selat Sunda tersebut. BMKG hanya mengindikasikan bahwa tsunami di sekitar selat Sunda akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kemudian, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kasbani juga masih menduga penyebab tsunami ini karena aktivitas Gunung Anak Krakatau. Dugaan ini juga masih harus didalami. Pasalnya getaran tremor tertinggi Gunung Anak Krakatau yang selama ini terjadi sejak Juni 2018 tidak menimbulkan gelombang air laut bahkan hingga tsunami.
3. Korban Tsunami Menyapu Artis hingga Pegawai