Ia menambahkan, pada fenomena ini interaksi sosial yang terjadi antar seseorang sebenarnya tidak berkurang, tetapi hanya medianya yang berubah. Jika dahulu interaksi secara langsung (bertatap muka) dan sekarang tidak langsung atau lewat perantara berupa smartphone.
Lalu, tidak adanya interaksi atau komunikasi dalam suatu perkumpulan, bukan hanya disebabkan oleh smartphone. Namun, juga dikarenakan tidak adanya topik yang sama yang harus diperbincangkan oleh sekumpulan orang tersebut.
"Karena mereka punya perhatian masing-masing terhadap suatu isu. Jika perhatian mereka sama, mereka akan berhenti sejenak dan bercengkerama," ucap Sigit.
Namun, Sigit pun tak menampik jika interaksi sosial secara langsung sangat lah penting di kehidupan manusia. Terutama untuk memberi informasi atau penjelasan yang panjang, detail dan berkenaan dengan perasaan, serta diperlukannya kedekatan fisik.
"Sangat penting (interaksi sosial langsung) terutama untuk memberi informasi atau penjelasan yang panjang, detail dan yang afektif, memerlukan kedekatan fisik," pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)