JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menyindir mantan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyatakan bahwa kebijakan Jokowi hanya demi menghadapi Pemilu.
"Sudirman Said yang pernah menjadi Menterinya Pak Jokowi, namun politik membuatnya rabun melihat kenyataan," ujar Ace dalam keterangan tertulisnya yang diterima Okezone, Kamis (10/1/2019).
Dalam empat tahun ini, kata politikus Goklar tersebut, Presiden Jokowi justru banyak melakukan terobosan, melakukan transformasi dalam pembangunan ekonomi yang bisa menjadi fondasi bagi Indonesia maju.
"Gaya kepemimpinan Pak Jokowi tidak terjebak rutinitas birokrasi, keluar dari zona nyaman para teknokrat tapi melakukan lompatan-lompatan yang hasilnya tidak instan dan memiliki dampak jangka panjang," terang Ace.
Contohnya, Ace menjelaskan, jika Jokowi hanya memikirkan elektoral Pilpres, maka infrastruktur hanya dibangun di Jawa. Karena populasi pemilih mayoritas di Jawa.
(Baca Juga: Gelar Rakornas & HUT Ke-46, PDIP Konsolidasi Menangkan Jokowi-Ma'ruf)
"Tapi Pak Jokowi keluar dari kepentingan elektoral semata dengan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur yg bersifat Indonesia Sentris, bukan Jawa sentris, di perbatasan, di pulau terdepan dan Indonesia Timur," kata Ace.
Demikian juga dengan kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga yang diterapkan satu harga di seluruh Indonesia. Ini mencerminkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Jadi pernyataan Sudirman sangat mudah dipatahkan dgn perubahan 4 tahun ini.
Contoh lain dari pemimpin yang hanya mikir elektoral, tidak akan berani mengambil risiko untuk melakukan perubahan fundamental. Ini telah dibuktikan oleh pak Jokowi dalam empat tahun ini dengan melakukan perubahan besar besaran dalam peningkatan daya saing ekonomi, kemudahan berusaha dan membongkar mafia-mafia ekonomi.
Termasuk di sektor energi dan sumberdaya mineral, Jokowi membubarkan petral. Ternyata setelah tidak jadi Menteri, Sudirman jadi cepat lupa.
"Saya berikan satu contoh lagi dalam reformasi sistem bantuan sosial. Bukan hanya dengan memperbesar cakupan penerima manfaat kartu KIP, KIS dan PKH tapi membuat sistem penyaluran lebih efektif dalam empat tahun ini. Sehingga kemiskinan bisa turun," .
Karena itu, Ace mngingatkan, jangan sampai hanya karena Sudirman Said sakit hati, lalu semua capaian bersama sebagai bangsa justru dinafikan. "Sehingga jadi rabun dalam melihat," tandasnya.
(Angkasa Yudhistira)