JAKARTA - Pidato Kebangsaan yang disampaikan Prabowo di JCC, Senayan, semalam disebut hanya berisi retorika kosong oleh juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman
"Re-orientasi pembangunan, swasembada pangan, swasembada energi, menghidupkan kembali industri dan lain-lain. Terdengar sangat klise, membosankan. Sudah terlalu banyak, terlalu sering kita dengar," kata Andy Budiman, Selasa (15/1/2019).
Pidato Kebangsaan Prabowo, kata dia, tidak menawarkan sebuah peta jalan menuju swasembada pangan, swasembada energi, atau bagaimana meningkatkan daya saing industri. "Hanya ada kata-kata kita harus, kita akan, tanpa kita diberitahu bagaimana cara mewujudkannya" ujarnya.
Menurut Andy, pidato Prabowo lebih banyak berisi keluhan, sinisme, dan pesimisme. "Keluhan, sinisme, dan pesimisme melihat hari ini adalah ciri pengidap post power syndrome, yang melihat masa lalu ketika ia masih menjadi bagian dari elit kekuasaan lebih baik," kata Andy.
Andy Budiman
(Baca Juga: Prabowo Janji Naikkan Gaji Polisi, Jaksa dan Hakim Berkali-kali Lipat)