"Jika ada berita hoax, cek dan ricek. Cek sumbernya maupun siapa orang yang memberitakan. Yang kedua, jangan hanya percaya satu sumber, ketika ada informasi di medsos, konfirmasi lagi ke media mainstream," terangnya.
(Baca juga: Rumah Sakit Jiwa Siap Tampung Caleg Gagal)
Tak hanya itu, Fadli pun mengimbau agar mahasiswa juga dapat berperan dengan melaporkan ke aparat penegak hukum bila menemukan adanya konten yang dianggap berita bohong.
"Laporkan jika ada konten di media sosial yang menurut adik-adik mahasiswa mengandung berita-berita bohong yang dapat memecah belah bangsa ini yang dapat mengganggu rasa aman," tutur Fadil.
(Awaludin)