KENYA - Drama penyanderaan di Nairobi sudah berakhir setelah seluruh penyerang dibunuh, sebut Presiden Kenya Uhuru Kenyatta.
Insiden itu dimulai pada Selasa (15/1) sore waktu setempat, ketika sejumlah pria bersenjata memasuki kompleks perkantoran di Distrik Westlands, Kota Nairobi.
Sedikitnya 21 orang tewas dan 28 lainnya cedera dalam serangan itu. Adapun sebanyak 19 orang masih hilang, menurut Palang Merah Kenya.
Baca juga: Semua Pelaku Dihabisi, Serangan Militan di Hotel Mewah Kenya Berakhir
Kelompok milisi Al Shabab yang berbasis di Somalia mengklaim berada di balik serangan terhadap kompleks yang menampung hotel mewah DusitD2.
Kantor berita Reuters, yang mengutip pernyataan Al-Shabab, melaporkan kelompok tersebut melakoni serangan "sebagai tanggapan" atas keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan Jerusalem sebagai ibu kota Israel.