"10 persen di antaranya telah disidik, selebihnya dalam proses pemblokiran, monitoring dan pendalaman," katanya saat menyampaikan materi bertajuk "Peran Pemuda dan mahasiswa dalam Menangkal Hoaks Demi Terciptanya Kenyamanan dan Kesejukan Pilpres 2019".
Melihat kerawanan itu, mantan Wakapolda Sulsel ini mengajak mahasiswa dan pemuda cerdas dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyebarkan dan menerima informasi. Bila perlu menjadi garda terdepan mewujudkan demokrasi yang berkualitas, menjaga stabilitas saat atau pasca-Pemilu 2019.
Mahasiswa dan pemuda harus menjadi bagian dari colling system guna meminimalisir terjadinya konflik sosial. Selain itu, ikut menciptakan suasana kesejukan, terlibat aktif dalam memerangi hoaks dan hate speech serta menjadi agent of change dalam pembangunan bangsa.
"Jangan ragu untuk menggunakan fitur "report abuse atau report content" ketika menemukan informasi yang tidak benar, berpotensi menimbulkan konflik di medsos," katanya.
Kuliah umum yang dihadiri Kepala Satgas Nusantara terselenggara karena kerjasama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Djuanda Bogor dengan Dewan Pimpinan Pusat Pekumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP PGK).
(Awaludin)