Viral Pria Bule di Acara Pidato Prabowo, Siapa Dia?

Antara, Jurnalis
Senin 21 Januari 2019 11:43 WIB
Pria bule di acara pidato Prabowo Subianto. (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA – Pidato calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, yang diselenggarakan di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC) pada Senin 14 Januari 2019 diramaikan komentar warganet. Sayangnya, komentar bukan terkait isi pidato bertajuk 'Indonesia Menang' itu, namun lebih pada kemunculan sosok pria bule yang disambut Prabowo sebelum masuk ruang tunggu JCC.

Selanjutnya pada debat capres perdana bertema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis 17 Januari 2019 malam, juga diterpa foto viral seorang bule berjas yang duduk di bagian tengah penonton yang dituduh sebagai konsultan politik dari Amerika Serikat, Rob Allyn.

Namun, KPU segera memberikan pernyataan tidak ada warga negara asing yang hadir, selain dari perwakilan kedutaan besar negara sahabat yang memang diundang sebagai tamu KPU malam itu.

Sosok bule yang berada dalam video viral dengan keterangan 3D Detik-detik Dicuekin dan banyak beredar di media sosial menjadi lebih ramai karena juga melibatkan presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam satu bingkai.

Terkait video serta foto yang viral sepekan terakhir dan mewarnai situasi politik di Indonesia jelang Pemilu Serentak 17 April 2019 itu masyarakat pun memberikan komentar.

"Iya, sudah nonton, tapi enggak tahu juga siapa. Penasaran juga karena kayaknya orang penting," kata Syafrizal seorang wiraswasta yang ditemui saat berolahraga di area Hari Bebas Kendaraan Bermotor Sudirman-Thamrin Jakarta, Minggu (20/1/2019).

Sementara akun Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohammad Guntur Romli @GunRomli mencuit ulang video tersebut dan menanyakan identitas serta tata krama bule tersebut karena melewati SBY tanpa menyapa. Cuitan itu berasal dari akun warganet @yusuf_dumdum yang telah dicuit ulang lebih dari 1.400 kali.

Komentar BPN Prabowo-Sandi

Ketua Media Center BPN yang juga politikus Partai Gerindra Ariseno Ridhwan membantah ada konsultan asing dalam tim kampanye Prabowo-Sandi. Terlebih lagi setelah masyarakat melihat beberapa orang Barat datang di acara pidato Prabowo di JCC. Hal itu ditegaskan tidaklah benar.

Padahal sebenarnya, mereka adalah diplomat dari perwakilan asing yang sengaja diundang hadir untuk mengetahui langsung visi dan misi capres Prabowo Subianto yang disampaikan melalui pidato 'Indonesia Menang'.

"Padahal Pak Prabowo menyambut hangat semua tamu, terkesan ini biar ramai, biar crispy," kata Ariseno yang dikonfirmasi Antara melalui telepon pada Jumat 18 Januari 2019.

BPN Prabowo-Sandi memang sengaja mengundang perwakilan kedutaan besar di Jakarta untuk hadir dalam acara tersebut, yakni dari Amerika Serikat, Australia, Belanda, China, Jepang, Malaysia, Rusia, Singapura, Swedia, Uni Eropa, dan Vietnam.

Namun, Ariseno tidak dapat memberikan informasi tentang pria asing yang disambut Prabowo dan berjalan bersama Prabowo dalam video tersebut karena harus melakukan konfirmasi pada Direktur Luar Negeri dan Koordinator Media Asing BPN Irawan Ronodipuro.

"Ini kan berita sudah basi, karena sekarang kami fokus dan bersyukur karena Prabowo-Sandi sangat bagus dan kompak dalam debat kemarin," kata dia.

Kemudian Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari melalui akun Twitter @isari68 menyebut pria asing itu: "Seorang Wakil Dubes Negara Sahabat datang. Catat bukan seperti yang kalian sebut Konsultan Politik Trump." Cuitan Imelda tersebut telah dicuit ulang sebanyak 161 kali.

Kedutaan Besar Rusia di Jakarta membantah pria asing itu merupakan wakil duta besar mereka pada Jumat 20 Januari 2019. "Dia bukan wakil duta besar," kata Atase Pers Kedubes Rusia Denis Tetyusin kepada Antara melalui pesan WhatsApp.

Namun, Kedubes Rusia menolak berkomentar terkait status pria tersebut, apakah benar diplomat Rusia atau warga negara Rusia biasa. "Kami tidak mengomentari ini," kata Tetyushin.

Terkait informasi mengenai diplomat Rusia tersebut, diplomat senior Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, yang merupakan mitra kerja terdekat dari seluruh perwakilan negara sahabat maupun lembaga internasional dari Amerika dan Eropa di Indonesia, memberikan beberapa konfirmasi kepada Antara dengan syarat anonim.

Diplomat senior tersebut membenarkan pernyataan dari Kedubes Rusia bahwa pria tersebut bukan wakil dubes Rusia untuk Indonesia. Melalui daftar yang diterima Antara di Jakarta pada Sabtu 19 Januari 2019, disebutkan Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia adalah Lyudmila Vorobieva dan Wakil Duta Besar/DCM Rusia bernama Oleg Kopylov.

Sementara diplomat yang muncul dalam video viral tersebut merupakan Sekretaris Ketiga/Third Secretary Artem Turkin.

Dalam urutan karier diplomatik, sekretaris ketiga masih termasuk jenjang diplomat muda, dengan urutan sebagai berikut attache-third secretary-second secretary-first secretary-counsellor-minister counsellor-minister.

Diplomat senior Indonesia tersebut juga menyampaikan Kemlu RI telah memanggil pihak Kedubes Rusia untuk meminta penjelasan tentang diplomat yang terekam dalam video tersebut.

Dia juga mengimbau media untuk lebih berhati-hati dalam memverifikasi penyebutan nama dan jabatan diplomatik dalam pemberitaan karena berkaitan dengan hubungan baik Indonesia dengan negara yang bersangkutan.

(Hantoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya