Setelah berhasil masuk, Heri menggasak tiga handphone milik SF yang tergeletak dekat kasur hingga membangunkan korban yang sedang terlelap dan membuatnya takut.
"Terdakwa menodongkan parang ke pembantu dan mengancamnya agar tak melawan kemudian bertanya siapa saja yang berada di rumah, tinggal sama siapa di rumah tersebut, kerja sama siapa, bos ada di mana, ada berapa orang yang tinggal di rumah itu dan sudah berapa lama bekerja," katanya.
Riza mengatakan, korban juga sempat memohon agar terdakwa tak melukai dan memperkosanya, namun upaya gagal karena pria yang bekerja serabutan itu tak peduli dan langsung memperkosa sembari tetap mengancam. Usai memperkosa Heri pergi ke kamar mandi meninggalkan SF dalam keadaan tak berdaya, beruntung korban masih memiliki tenaga untuk kabur ke kamar di lantai dua lalu mengunci pintu.
"Terdakwa mengambil satu tas warna merah yang berisi dua buah cincin, uang tunai sebesar Rp1,5 juta milik SF lalu pergi meninggalkan rumah mewah itu," ucapnya.
(Angkasa Yudhistira)