JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin menyebut bahwa mantan staf khusus Mentri ESDM era Sudirman Said, Said Didu telah menyebar hoax terkait proyek mobil Esemka.
Juru Bicara TKN Inas N Zubir menyebut, isu yang dihembuskan Said Didu itu merupakan ujung kekecewaannya yang dipecat dari jabatannya sebagai Komisaris PT. Bukit Asam Tbk.
"Saking sakit-nya perasaan Said Didu, membuat dia memprodiksi hoax tentang Esemka yang dia sebut sebagai proyek mobil nasional (Mobnas)-nya Jokowi," kata Inas kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (26/1/2019).
(Baca juga: Jokowi Imbau Masyarakat Tidak Mudah Dikompor-kompori Berita Bohong)
Menurut Ketua Fraksi Partai Hanura itu, pada saat Esemka diperkenalkan pada tahun 2012, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menjadi orang nomor satu di Indonesia.
"Melainkan Walikota Solo yang tidak punya kewenangan untuk membuat kebijakan mobil nasional," tutur Inas.
(Baca juga: Bawaslu Sita 396 Lembar Tabloid Indonesia Barokah)
Mobil Nasional atau Mobnas, kata Inas, merupakan kebijakan seorang Presiden dan bukan kebijakan Walikota, sedangkan yang dilakukan oleh Jokowi untuk Esemka pada tahun 2012 merupakan tugas seorang kepala daerah yang harus menjadi PR bagi daerahnya, diantaranya dalam sektor industri, perdagangan, parawisata.
Pada saat itu banyak kalangan yang antusias dan mendukung perakitan mobil Esemka karya siswa-siswa SMK Negri 1 Solo tersebut, dimana salah satunya adalah Rizal Ramli, tapi ndilalahnya setelah kegagalan uji emisi tahun 2012, semua pada balik badan meninggalkan Pak Jokowi sendirian, lalu Said Didu saat itu kemana aja? Kok mingkem?," tutup Inas.
(Awaludin)