Caleg Perindo Intens Gelar Fogging dan Bakti Sosial di Balikpapan

Amir Sarifudin , Jurnalis
Minggu 27 Januari 2019 11:41 WIB
Caleg DPRD Perindo Balikpapan Yuli Shinta (jilbab putih) bersama warga Sepinggan. Foto/Okezone
Share :

BALIKPAPAN - Partai Perindo Balikpapan menggelar kegiatan lingkungan dan sosial di sejumlah RT di Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kegiatan berlangsung selama dua hari mulai Sabtu 26 hingga Minggu 27 Januari 2019.

Kegiatan yang sudah menjadi program utama Perindo yakni salah satu fogging dan sosialisasi mengenai pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Hari ini, Minggu (27/1/201), kegiatan fogging digelar di RT 02, 03,04, dan RT 05. serta RT 44.

Sebelumnya fogging dilakukan di RT 06 dan 08, Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan.

"Di Balikpapan Selatan ada 400 RT, dan sudah kita lakukan program fogging sekitar 150 RT. Ada tim kita khusus fogging seminggu bisa 4-5 kali dengan waktu pagi dan sore, " tutur Yuli Shinta Noviyanti, Bendahara Partai Perindo Balikpapan yang juga caleg DPRD Balikpapan nomor 1 Dapil Balikpapan Selatan.

 

Yuli mengatakan, wilayah Balikpapan Selatan merupakan daerah rawan terjadi penyebaran penyakit DBD, karena itu program ini telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Fogging ini sudah digelar sejak Oktober 2018 lalu.

Ada empat petugas fogging yang diturunkan dengan beberapa anggota tim yang membantu melakukan penyuluhan penyakit DBD.

Baca: Hary Tanoe: Perindo Komitmen Maksimalkan Perolehan Kursi Legislatif 

Baca: Survei Indikator: Elektabilitas Perindo Rajai Partai Baru

"Program Perindo ini memang merupakan program yang betul-beyul bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat. Edukasi masyarakat bagus. Selain fogging kita kemarin juga lakukan bakti sosial lainnya seperti bazar sembako murah, dan pemeriksaan kesehatan, masalah BPJS kesehatan termasuk asuransi dari MNC " tutur Yuli yang anggota Kadin Balikpapan.

Ketua RT 04 Kelurahan Sepinggan Raya Sugito mengatakan biasanya pada bulan Januari- Februari masa inkubasi dari DBD sehingga perlu dilakukan fogging.

"Tentu kami mendukung sekalian programnya fogging Perindo ini karena untuk mematikan jentik nyamuk di luar rumah ini yang susah. Kita memang ada tim jentik penabur abate setiap sebulan sekali, tapi kan bak penampungan air di luar rumah yang agak sulit. Makanya kita sangat terbantu sekali, " papar Yuli.

Pada 2018 ada 1 kasus DBD di lingkungan, namun fogging dari Perindo sangat membantu masyarakat untuk mencegah pencegah penyakit berbahaya ini.

"Alhamdulillah masyarakat antusias respons kegiatan fogging DBD ini. Dan kita sudah tahu dengan kegiatan fogging Perindo ini, " ujarnya.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya