JAKARTA - Seorang perempuan bercerita bagaimana dirinya menghadapi ribuan orang melalui telepon, pesan singkat, bahkan telepon video—sebagian besar mesum—selama tujuh bulan. Rangkaian itu berawal dari pencurian data pribadi karena beda pandangan politik.
Teror itu dimulai pada 24 April 2018, sepekan setelah dirinya mengumumkan akan membuat film dokumenter tentang Basuki Tjahaja Purnama, mantan gubernur DKI Jakarta yang baru dibebaskan dari penjara dalam kasus penodaan agama.
"Pada tanggal 24 malam, saya ditelepon beberapa kali yang menanyakan jasa pijat, saya bilang salah sambung. Lama-kelamaan mulai ada yang Whatsapp dan video call lebih dari 100," kata perempuan bernama Kennedy Jennifer kepada BBC News Indonesia.
Baca juga: Sebut Wasekjen PKB Anak PKI, Pelaku: Itu Kebodohan Saya
Dia curiga data pribadinya digunakan dan disebarkan ke berbagai aplikasi online dengan pesan seolah Kennedy menawarkan jasa prostitusi.
"Bayangkan, sejak April hingga november 2018, ada 4.200 nomor yang menghubungi saya dan akhirnya saya blokir," kata Kennedy.
Kennedy termasuk satu dari puluhan kasus kekerasan terhadap perempuan di internet yang dicatat Komisi Nasional Perempuan.