"Selisih antara keduanya sangat tipis, selain tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kebijakan ekonomi rendah. Di perkuat hasil data survey Puskaptis terdapat sekitar 46,61% yang menyukai figur Jokowi jadi presiden lagi. Berarti angka 46,61% masih di bawah 50% menunjukkan angka rawan bagi seorang incumbent," kata dia.
Husin pun menegaskan, hasil sangat tipis ini merupakan modal awal bagi capres/cawapres Prabowo-Sandi, sekalipun untuk sementara pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul sekitar 4,1%.
Perbedaan tingkat elektabilitas di bawah 10% dapat disimpulkan belum unggul secara signifikan dari calon pasangan Prabowo-Sandi. Mengingat waktu masih tersisa tiga bulan kedepan. Artinya masih terbuka peluang dalam meraih simpati publik dalam mengejar ketertinggalan bagi pasangan Prabowo-Sandi," pungkasnya.
(Awaludin)