Dia menambahkan, bidang pendidikan juga menjadi program prioritas Jokowi dengan diluncurkannya Kartu Indonesia Pintar. "Pada tahun 2030, 90 persen workforce akan lulus SMA dan 60 persen akan lulus sebagai sarjana, hal ini merupakan modal bagi Indonesia untuk bisa keluar dari middle income trap," ucap Lutfi.
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang ini juga menyatakan, pembangunan infrastruktur akan mendorong tumbuhnya lapangan pekerjaan. Hal ini dibuktikan dengan turunnya angka pengangguran dari 5,7 persen menjadi 5,1 persen di 2014. Namun hal yang menarik di 2015, angka pengangguran sempat naik menjadi 5,8 persen.
“Saya terus cari dan mencari, kenapa hutang naik, pengangguran naik di tahun tersebut dan ternyata jawabannya adalah di pembangunan infrastruktur dari pinggir. Jokowi telah membangun Indonesia tidak hanya di pusat atau kota-kota besar saja diseluruh Indonesia, akan tetapi menyeluruh di seluruh pelosok negeri. Pembangunan infrastruktur dari pinggir merupakan suatu pilihan yang sangat sulit, untuk itu kebijakan Pemerintah Jokowi harus diapresiasi,” tutur dia.
Lutfi menerangkan, kini perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik telah terjadi. Angka kemiskinan di 2014 mencapai 10.96 persen dan telah turun menjadi 9.66 persen di 2018. Angka ketimpangan antara yang miskin dan kaya semakin turun dari tahun ke tahun dalam 4 tahun terakhir.