PEKALONGAN - Caleg DPR RI Dapil Jateng X David Santosa bersama masyarakat Dusun Sokokembang, Desa Kayupuring Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan mengadakan kerja bakti bersihkan Makam Syekh Prayontoko dan Syekh Prayonjiwo.
Selain membersihkan era makam, juga mengupayakan membuat pemerangan jalan diseputaran jalan menuju makam. Satu tiang dan dua tiang lampu dipasang agar jalan menuju makam menjadi lebih terlihat jelas di malam hari dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang akan berziarah.
Disampaikan David, upaya membuat wisata religi ini didasari harapan masyarakat desa setempat yang membutuhkan peningkatan taraf hidup yang terfokus di ekonomi keluarga.
"Rencananya makam tersebut akan dibuka untuk wisata religi. Yang diharapkan bisa membangkitkan ekonomi masyatakat sekitar," jelas David, Jumat (1/2/2019).
Sebelumnya, jelas David banyak masyarakat yang sering berziarah ke makam tokoh agama tersebut. Melihat seringkali banyak orang yang berziarah dan terkadang membawa rombongan besar maka warga berinisiatif untuk mengembangkannya menjadi wisata religi.
"Di lokasi ini bisa dibangun warung-warung yang menjual makanan dan minuman yang pastinya dibutuhkan oleh peziarah. Karena lokasi ini sarana dan prasaranya belum ada. Belum lagi, infrastruktur menuju lokasi ziarah masih sangat minim. Kondisi jalan berbatu dan lumatan terjal," jelas David.
Kondisi di sekitar desa sangat indah pemandangannya, hijau udaranya sejuk dan segar. Dikelilingi sungai yang jernih dan bersih bisa dimanfaatkan ternak ikan yang hasilnya bisa dijual untuk pengembangan ekonomi masyarakat.
"Nanti saya bantu upayakan semaksimal mungkin untuk membantu mengembangkan ekonomi masyarakat," lanjutnya.
Sementara itu Ketua RW setempat, Sohari berterima kasih atas bantuannya. Semoga bisa mendatangkan manfaat yang besar bagi masyarakat. Dan mereka mendoakan agar David Santoso bisa lolos dan maju ke Senayan, sehingga bisa lebih memperjuangkan nasib masyarakat kecil.
"Terima kasih, dan kami doakan semoga sukes dan bisa menjadi wakil rakyat yang amanah," doa Sohari.
(Khafid Mardiyansyah)