Dia berharap pemerintah segera melakukan aksi nyata membantu melakukan rehabilitasi sekolah ataupun tanggap darurat agar anak-anak tetap terus bisa bersekolah.
"Ada sebanyak 74 siswa yang sedang mempersiapkan diri untuk UNBK," katanya.
Sekolah satu atap itu terdiri dari SD, SMP dan SMA. Jumlah siswa SMA sebanyak 134 orang dan 74 siswa di antaranya sedang persiapan menghadapi UNBK. Siswa SMP sebanyak 29 orang dan SD sebanyak 42 orang. Sedangkan guru berjumlah 32 orang. Sekolah ini dibangun sejak 2010, dimulai dengan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) pada tahun 2019.
"Karena banyak peminat maka kemudian kami pisahkan untuk sekolah formal dan non formal, menjadi SD, SMP dan SMA. Tetapi untuk PKBM masih tetap berjalan hingga saat ini, mulai dari Paket A, B sampai C," kata Yonisius.
(Baca Juga : Selain Manado, Banjir dan Longsor Juga Terjang Minahasa)