JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan longsor di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Selasa 7 Juli 2026 memutus akses 1.507 warga.
Berdasarkan laporan terkini BNPB, tanah longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah dengan kondisi tanah labil. Material longsor menutup akses jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Krayan Barat dan Kecamatan Krayan Selatan sehingga mengisolasi 460 kepala keluarga atau 1.507 jiwa yang tersebar di 13 desa di Kecamatan Krayan Selatan.
"Ketiga belas desa tersebut meliputi Desa Long Pa’sia, Liang Lunuk, Long Budung, Pa’ Dalan, Pa’ Urang, Pa’tera, Pa’ Sing, Long Pupung, Pa’ Upan, Long Birar, Pa’ Kaber, Pa’ Amai, dan Pa’ Ibang. Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan masih melakukan pendataan lanjutan terhadap warga terdampak," ungkap BNPB dalam laporan resminya.
Kepala BNPB Suharyanto telah menginstruksikan jajaran Kedeputian Penanganan Darurat BNPB untuk memperkuat pendampingan dan dukungan kepada pemerintah daerah. Instruksi tersebut diberikan menyusul hasil kaji cepat yang menunjukkan dampak bencana semakin meluas dan terus dikoordinasikan antara BNPB dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan.
“Kami terus memantau perkembangan hasil kaji cepat di lapangan dan dalam kesempatan pertama saya perintahkan tim untuk menuju ke sana,” ungkap Suharyanto, dikutip Sabtu (18/7/2026).