SYDNEY - Seorang pengungsi yang ditahan di rumah penahanan di wilayah terpencil Pasifik telah memenangkan penghargaan tertinggi sastra Australia dan mendapatkan hadiah sebesar AUS100 ribu atau setara Rp1 miliar.
Behrouz Boochani, seorang warga Iran yang ditahan di sebuah kamp yang dikelola Australia di sebuah pulau Papua Nugini, memenangkan penghargaan sastra Victorian lewat bukunya yang berjudul "No Friends but the Mountains” (Tidak Ada Teman kecuali Gunung).
Boochani menulis bukunya dengan ponsel dan dikirim melalui WhatsApp per bab.
Ia ditahan di Kamp Pulau Manus setelah dievakuasi dari kapal pengungsi dalam perjalanan ke Australia enam tahun lalu. Boochani berharap hadiah itu bisa mendapatkan perhatian pada nasib lebih dari 1.000 orang di luar Pantai Australia.
"Saya tidak ingin merayakan pencapaian ini sementara saya masih melihat banyak orang tak berdosa menderita di sekitar saya," kata Boochani.
Australia's system of torture and death has multiple sites onshore and offshore. Sadly, another victim in Villawood, Sydney today. For how many years do you want to kill people in this way?
— Behrouz Boochani (@BehrouzBoochani) 25 Januari 2019