JAKARTA - Calon presiden dengan nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) membenarkan bahwa strategi kampanye yang dilakukannya juga melakukan serangan politik ke kubu lawan.
Sebagai petahana, kata dia, pihaknya juga perlu melakukan "penyerangan-penyerangan" ke pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno guna merontokkan elektabilitasnya.
"Ya kampanye juga kan perlu ofensif," kata Jokowi saat menghadiri acara peringatan ke-72 tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di kediaman Ketua Majelis Pembina KAHMI Akbar Tandjung, Jakarta, Selasa (5/2/2019).
Jokowi menilai, selama empat tahun telah banyak diam ketika mendapat berbagai kritikan, hoaks, fitnah, maupun serangan politik lainnya yang digencarkan oleh pihak oposisi.
Sehingga, ia pun berinisiatif membalas kritikan tersebut dengan menyampaikan berbagai hasil kerja nyata pemerintah selama masa kepemimpinannya.