"Masa kita empat tahun suruh diam saja. Ya enggaklah," tandasnya.
Dihimpun Okezone, Jokowi tercatat melontarkan tiga serangan politik ke kubu Prabowo-Sandi. Pertama, serangan politik dengan menyatakan adanya tim sukses yang menggunakan propaganda Rusia.
Banyak pihak yang menyangkan klaim sepihak dari sang petahana. Bahkan, Rusia turut berkomentar dengan menyatakan bahwa Negara Tirai Besi itu tak pernah ikut campur urusan politik Indonesia.
Ternyata istilah propaganda Rusia itu diambil Jokowi dari terminologi Rand Corporation. Rand Corporation saat ini dinilai sebagai scape goat atau kambing hitam atas konflik yang ada di media sosial (medsos) Indonesia.
Serangan politik kedua Jokowi yakni dengan melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut adanya politikus yang gemar menyebar ketakutan sebagai politik genderuwo.